Primbon Weton Jawa : Ramalan dan Hitungan Jodoh, Rejeki, Watak, dan Kepribadian berdasarkan Weton Tanggal Lahir. Cari Weton Anda dan Temukan Rahasianya!

Rabu, 24 Januari 2018

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan : Cari Hari Baik Akad Perkawinan Anda!

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan - Orang Jawa yang masih memegang adat dan budayanya dengan kuat akan selalu menggunakan hitungan tertentu saat menentukan tanggal-tanggal penting dalam kehidupannya. Misalnya saja ketika mereka hendak mantu atau menikahkan anaknya, mereka pasti akan melakukan perhitungan secara mendetail untuk menentukan tanggal pernikahan yang baik berdasarkan weton kelahiran kedua mempelai.

Hitungan weton Jawa untuk pernikahan harus dilakukan jika ingin rumah tangga yang dibina oleh anak dan mantunya kelak mendapatkan kebaikan dan dijauhkan dari segala keburukan. Meskipun secara logika perhitungan ini tidak masuk akal bila dikaitkan dengan masa depan suatu rumah tangga, namun dari pengalaman banyak orang, hitungan ini nyatanya sering ada benarnya.

Lantas, bagaimanakah cara menghitung weton pernikahan untuk menentukan tanggal pernikahan yang baik menurut adat Jawa? Benarkah hitungan weton Jawa untuk pernikahan dapat mempengaruhi kehidupan rumah tangga sepasang suami istri? Untuk mendapatkan jawaban dari kedua pertanyaan ini, silakan simak pembahasan yang telah kami buat berikut!

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

Dalam adat Jawa Kuno, menentukan dan mempersiapkan tanggal pernikahan adalah bagian penting bagi seseorang yang hendak menikah dan kawinkan anaknya. Persiapan tanggal akad pernikahan bahkan dianggap jauh lebih penting dibandingkan dengan persiapan berbagai pernik acara, seperti katering, undangan, hiburan, dan dekorasi.

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan Pentingnya penentuan tanggal pernikahan dalam budaya Jawa tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan Ilmu Kejawen yang hingga kini masih tetap lestari di kalangan masyarakat. Menurut ilmu ini, masa depan suatu rumah tangga salah satunya ditentukan oleh kapan rumah tangga itu bermula.

Secara filosofis, melepaskan anak untuk membangun sebuah rumah tangga dianalogikan seperti menanam benih tanaman. Bila menanam benih dilakukan saat yang tidak tepat (misalnya musim kemarau atau ketika musim banjir), maka bukannya bisa berbuah, mungkin benih yang ditanam tersebut bahkan tidak bisa tumbuh dan akhirnya mati. Itulah mengapa menentukan hari pernikahan menjadi sangat sakral dalam budaya Jawa.

1. Menentukan Tanggal Pernikahan berdasarkan Weton

Adapun hitungan weton Jawa untuk pernikahan sendiri sebetulnya cukup mudah dilakukan. Tak ada salahnya Anda menghitung sendiri tanggal berapa sebaiknya Anda menikah. Namun, perlu digarisbawahi adalah gunakan cara menghitung weton pernikahan yang benar-benar terpercaya. Salah satunya adalah cara yang bersumber dari kitab Primbon Sri Palgati seperti yang dijelaskan dalam langkah-langkah yang akan kami sampaikan berikut ini!

Langkah 1. Ketahui weton kelahiran kedua mempelai. Bila salah satu dari mempelai belum diketahui weton kelahirannya, maka silakan gunakan alat cek weton gratis dengan menggunakan tanggal lahir dari yang bersangkutan.

Langkah 2. Ketahui jumlah neptu dari weton kelahiran kedua mempelai. Masing-masing weton memiliki nilai neptu yang berbeda-beda. Kami telah menuliskan nilai neptu dari semua weton yang ada dalam tabel berikut.

Langkah 3. Jumlahkan nilai neptu weton kelahiran mempelai pria, mempelai wanita, dan hari pernikahan yang dipilih. Kemudian total hitungan tersebut dibagi 7 untuk diketahui sisanya. Dari sisa hitungan tersebut akan diketahui seperti apa ramalan rumah tangga dari kedua mempelai tersebut dengan aturan sebagai berikut:

SisaPancasudaArtinya
1Wasesa SegaraMenjadi rumah tangga yang terpandang tapi ada yang mengganggu
2Tunggak SemiRejekinya selalu lancar tapi kerap menghadapi masalah
3Satria WibawaMendapat keberuntungan dan kemudahan untuk jadi keluarga harmonis
4Sumur SinabaSaling melengkapi dan mengayomi dalam rumah tangga tapi sulit rejeki
5Satria WirangMenjadi keluarga yang tabah karena sering mendapat malu, kesengsaraan, dan hinaan
6Bumi KapetakHarta benda banyak tapi selalu resah dan sulit punya anak
0Lebu Katiyup AnginKehidupan rumah tangga yang tidak menentu dan selalu kekurangan

Langkah 4. Jika sisa hitungan weton memiliki arti pancasuda yang buruk, maka pilihlah hari lain yang dapat menghasilkan arti pancasuda yang diharapkan.

Contoh hitungan:
Joko memiliki weton kelahiran Minggu Pahing (yang berarti neptunya 14) akan dinikahkan dengan Sulastri yang memiliki weton kelahiran Sabtu Pon (neptunya 16). Akad pernikahan rencananya dilakukan pada hari Selasa Wage (neptunya 7). Maka:

Neptu Joko + Neptu Sulastri + Neptu Akad
14 + 16 + 7
37

Nilai 37 dibagi 7 hasilnya 5 dan sisa 2. Berarti, pemilihan hari Selasa Wage akan menjadikan rumah tangganya berpancasuda Tunggak Semi atau akan selalu menghadapi masalah meskipun rejekinya lancar.

Jika ingin memperoleh pernikahan terbaik yang Satria Wibawa, maka dibutuhkan 1 neptu lagi sebagai penggenap sehingga sisa hitungannya menjadi 3. Untuk mendapatkan penggenap tersebut, kita hanya bisa mengubah tanggal pernikahan (jelas karena tanggal lahir tak bisa diubah). Oleh karenanya, dibutuhkan hari pernikahan yang memiliki nilai neptu 8, yaitu antara hari Selasa Legi atau Senin Wage.

2. Menentukan Bulan untuk Akad Pernikahan

Selain perkara hari, pemilihan bulan pernikahan juga memiliki arti penting dalam menentukan tanggal pernikahan berdasarkan weton kelahiran. Dalam budaya Jawa, masing-masing bulan memiliki nilai tersendiri bila digunakan untuk hajat. Nilai hitungan weton Jawa untuk pernikahan tersebut terangkum dalam tabel berikut:

Bulan JawaKeteranganRujukan
SuroBertengkar dan menemui kerusakanJangan dipakai
SaparKekurangan, banyak hutangBoleh dipakai
MauludLemah, mati salah seorangJangan dipakai
BakdamauludDiomongkan jelekBoleh dipakai
JumadilawalSering kehilangan, banyak musuhBoleh dipakai
JumadilakhirKaya akan mas dan perakDianjurkan
RejebBanyak kawan, selamatDianjurkan
RuwahSelamatDianjurkan
PuasaBanyak bencananyaJangan dipakai
SyawalBanyak rejekinya, sedikit masalahnyaDianjurkan
DulkaidahKekurangan sakit-sakitan, bertengkarJangan dipakai
BesarSenang dan selamatDianjurkan

Dari aturan bulan pernikahan di atas, maka sebaiknya pernikahan dilakukan pada bulan Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Syawal, dan Besar (Selengkapnya : Bulan Baik untuk Hajat menurut Ilmu Jawa).

3. Menghitung Jam Akad Pernikahan

Jam dilangsungkannya akad pernikahan juga tidak bisa diabaikan begitu saja dalam hitungan weton Jawa untuk pernikahan. Untuk menentukannya, digunakan pasaran dari hari kelahiran mempelai laki-laki yang kemudian dicocokan dengan aturan berikut.

Pasaran/jam06.0008.2410.4813.2115.36
PonSelamatPangkalanPacak wesiNasehatRejeki
WagePangkalanPacak wesiRejekiNasehatSelamat
KliwonPacak wesiNasehatRejekiSelamatPangkalan
LegiNasehatRejekiSelamatPangkalanPacak wesi
PahingRejekiSelamatPangkalanPacak wesiNasehat

Bila kita gunakan contoh hitungan pernikahan antara Joko dan Sulastri, yang mana weton Joko adalah Minggu Pahing, maka akad pernikahan mereka sebaiknya dilakukan pada pukul 06.00, 08.24, atau pada pukul 15.36.

Nah, bagaimana? Hitungan weton Jawa untuk pernikahan ini cukup mudah bukan? Anda bahkan bisa melakukannya sendiri untuk menentukan tanggal pernikahan berdasarkan weton Anda dan pasangan. Namun, jika mungkin Anda mengalami kesulitan atau ingin mendapatkan hitungan yang lebih lengkap dan memuaskan, Anda juga bisa menggunakan aplikasi online di link ini atau berkonsultasi kepada kami melalui halaman kontak. Semoga bermanfaat!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Terkait : Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan : Cari Hari Baik Akad Perkawinan Anda!